Apa Itu Link Nofollow Dan Link Dofollow Dan Perbedaannya? (SEO Basic)

Di posting ini kita akan mempelajari apakah link nofollow & dofollow? Dan rasio terbaik mencari kedua link ini untuk kampanye backlink.

Jika anda pernah bertanya apakah link-link nofollow bermanfaat untuk website saya dan bagaimana dengan rasio dofollow vs nofollow—maka posting ini akan menjawab semua masalah backlink anda. Silahkan baca terus.

Apakah rasio terbaik dari dofollow vs nofollow?

Link ke situs anda=trafik organik

Tanpa link yang tepat—maka website anda tidak akan mendapat rangking terbaik di Google—hilang di 10 besar—dan selama beberapa tahun ini algoritma Google telah ber-evolusi untuk menghadiahi situs-situs ber-otoritas, relevan dan original.

Ada korelasi besar—atau hubungan erat—antara rangking Google dan link. Contohnya, sebuah website yang berada di posisi #1 Google, kemungkinan besar memiliki banyak link tepat mengarah padanya.

Menurut situs Moz, 99.2% dari 50 hasil teratas memiliki setidaknya satu link eksternal mengarah padanya.

Di masa lalu, Google menggunakan sebuah matrik bernama PageRank yang menghitung point link. Hanya link dofollow yang terhitung sebagai point link.

Oleh karenanya kita dapat menyimpulkan bahwa link dofollow merupakan link yang di “ikuti”, di index dan dihargai oleh Google.

Link-link tersebut dihitung sebagai poin karena mereka memberikan nilai SEO terhadap web dan halamannya alhasil memberikan peningkatan posisi rangking di hasil pencarian Google.

Kemudian meningkatkan pula otoritas domain dan halamannya.

Apakah link nofollow?

Nofollow link merupakan backlink yang ditandai dengan tag “nofollow” pada URL-nya.

Istilah sederhananya ialah, link nofollow bisa mendatangkan trafik ke blog atau website anda, namun tidak bernilai sama sekali di mata Google.

Link nofollow dapat dijumpai di Twitter, Facebook, dan area komentar yang blognya menggunakan tag nofollow.

Bagaimana cara mengetahui link nofollow?

Jika anda melihat kode dari link nofollow maka akan muncul seperti ini:

<a href=”//www.seotimur.com” rel=”nofollow”>SEO Timur</a>.

Melihatnya harus dengan view-source halaman browser. Kemudian mencarinya dengan CTRFL+F, dan ketik nama domainnya.

Cara lebih sederhananya bisa menggunakan sebuah ekstensi Chrome bernama: NoFollow Chrome Extension. Setiap kali ada link nofollow maka muncul sebuah segitiga merah.

Apakah link dofollow?

Link Dofollow berbeda dengan nofollow.

Dan juga lebih sulit didapatkan dibandingkan nofollow.

Link jenis ini datang dari banyak sumber misalnya dari direktori, social bookmark, situs dofollow, dan lain sebagainya.

Pada link dofollow, tidak akan anda temui tag “nofollow” di html URLnya.

Tanpa keberadaan tag “nofollow”, maka spider Google akan mengikuti/follow link tersebut dan merupakan aktivitas transfer nilai otoritas satu website ke website lainnya.

Bagaimana cara melihat sebuah link dofollow atau bukan?

Urlnya akan tampil sama, namun tanpa keberadaan tag rel=”nofollow”. Contohnya begini.

<a href=”//www.seotimur.com”>SEO Timur</a>.

Anda membutuhkan link dofollow & nofollow

Mungkin anda bertanya setelah membaca subjudul diatas, kenapa saya butuh link nofollow, bukankah ia tidak berarti dimata Google?

Namun saya jawab, anda tetap membutuhkan keduanya, atau akan sulit mendapat ranking dari Google. Kedua jenis link ini penting bagi sukses jangka panjang dari website anda.

Karena anda membutuhkan jumlah link seimbang dari jenis dofollow dan nofollow yang mengarah ke website anda.

Karena jika Google melihat bahwa semua link yang mengarah ke website anda adalah dofollow, maka website anda akan dicurigai melakukan manipulasi dan bisa jadi link-link dofollow yang mengarah ke website anda di cap spam, meskipun anda tidak melakukan hal negatif.

Keseimbangan

Terdapat perbedaan besar antara link dofollow dan nofollow, oleh karenanya Google memberikan perhatian khusus—yang seringkali tidak bersahabat—pada aktivitas kampanye backlink—karena memberi pengaruh amat signifikan pada perhitungan rangking algoritma mereka.

Maka berhati-hatilah dalam urusan “backlink campaign”.

Dan perlu diketahui satu hal, ada kelebihan dari link nofollow yakni jikalau website mendapat link nofollow yang amat banyak, maka Google tidak akan menghukum website anda.

Sekali lagi, link dalam jumlah besar anda dapatkan asalkan tag-nya Nofollow maka tidak akan berbahaya.

Namun tentu saja, tidak mempengaruhi posisi rangking anda di Google—setidaknya tidak memberikan efek bagus untuk rangking secara langsung.

Karena Google tidak memperdulikan link nofollow. Ini menurut Matt Cutts:

“Umumnya, kita tidak mem-follow link-link nofollow.”

Jika semua link yang mengarah ke website anda adalah nofollow, website tidak di hukum, tapi tidak mendapat rangking—alhasil anda harus juga mendapat link dofollow.

Dikarenakan setiap webmaster dan blogger ingin mendapat ranking tinggi di Google—dan link nofollow tidak membantu untuk urusan itu—maka kita membutuhkan link dofollow.

Jadi yang saya tekankan di sini ialah “keseimbangan”, selain berburu backlink dofollow anda juga harus mengejar link nofollow.

Selain itu, link nofollow juga berperan positif seperti menambah popularitas blog dan juga trafik ke website anda.

Karena kalau semua link adalah dofollow—seperti yang sudah saya singgung tadi—akan membangkitkan kecurigaan Google bahwa anda sedang memanipulasi perhitungan algoritmanya—dan si Google ini amat tegas dan keras untuk urusan menindak.

Tinggalkan komentar