Beranda Copywriting Rahasia Menulis CopyWriting Yang Pasti Menjual

Rahasia Menulis CopyWriting Yang Pasti Menjual

Rahasia Menulis CopyWriting Yang Mampu Menjual

Rahasia menulis Copywriting—Trik atau siasat untuk menulis naskah yang menarik—yaitu naskah yang menyerap perhatian, tindakan, dan juga penjualan—akan memicu tanggapan emosional dari calon pembeli.

Buatlah mereka tersenyum. Buat mereka menyeringai. Sebuah copywriting yang efektif memicu perasaan.

Reaksi emosional merupakan kunci ampuh untuk membangkitkan aksi, ini dikarenakan umumnya manusia membuat keputusan untuk membeli tidak secara rasional. Karena kebanyakan dari kita berhenti menggunakan logika saat berbelanja. Kita berbelanja untuk menuruti kata hati dan nyali, bukan otak.

Seperti kata pepatah dagang, orang membeli dengan perasaan dan berusaha merasionalkannya dengan logika.

Penulis naskah terbaik tahu mengenai kondisi psikologi manusia ini. Mereka tahu bahwa perasaan bisa digunakan untuk menjual.

Makanya mereka menggunakan perasaan sebagai pijakan saat menulis sebuah artikel, menyusun sebuah halaman penjualan, atau mengukir naskah sebuah komersial untuk TV dan Radio. Dan hal ini berlaku untuk semua naskah. Percayalah!

Namun bagaimana caranya?

Bagaimana memicu perasaan emosi?

Berfikirlah seperti ini, setiap emosi terlahir karena “wortel atau pentung”. (Setuju dapat wortel, membangkang dipentung).

Kita telah mendengar hal ini sebelumnya, contohnya jika kita iming-imingi kuda dengan wortel, maka si kuda akan menghampirinya. Namun jika memukulnya maka ia akan kabur. Tapi apapun caranya, si kuda bergerak, artinya terjadi aksi.

Pada dasarnya, manusia juga seperti itu, di program untuk mendatangi hal yang menyenanginya dan menjauhi hal yang menyakitinya.

Dalam sudutpandang pemasaran, wortel merupakan sinonim dari kesenangan, yang di isi dengan optimisme dan resolusi. Sedangkan pentungan merupakan hal menyakitkan, menghasilkan ketakutan.

Kondisi menyenangkan dan menyakitkan akan menyemangati pembaca melakukan aksi, memaksanya untuk ber-impati, menghasilkan emosi yang memicu reaksi—yakni sebuah tanggapan emosional—untuk melahirkan aksi.

Hal ini melahirkan sebuah pertanyaan..

Lalu cerita apa yang harus ditulis?

Tidak memiliki inspirasi? Bisa jadi karena anda tidak tahu kemana mencarinya.

Baca juga apa itu Copywriting dan contohnya.

Jika begitu anda bisa menempuh yang berikut ini:

1. Ungkapkan cerita kostumer anda

Setiap kostumer yang anda layani memiliki sebuah cerita.

Alasan mereka mendatangi anda (Hal menyakitkan) merupakan sebuah cerita. Yang akan terjadi selanjutnya (Hal menyenangkan) adalah ceria lainnya. Gunakan pengalaman kostumer anda untuk membuat materi yang menghantarkan pada masa depan yang dilalui dengan rasa sakit guna mencari kesenangan.

Para penulis naskah produk asuransi sering melakukan cara ini.

Contohnya Geico, pada tahun 2006, mengelola kampanye Real Costumers dimana para pemegang saham berbagi pengalaman. Dan Farmers juga menggunakan strategi sama dengan kampanye We Know From Experience.

2. Ungkapkan cerita masa depan kostumer

Saat anda tidak memiliki peristiwa aktual untuk diungkap, maka buatlah sendiri! Namun harus realistik, dan dapat dipercaya. Berikan gambaran masa depan dalam nuansa skenario emosional, sesuatu yang menyakitkan dan menyenangkan.

Mengambil lagi contoh dari para pedagang polis asuransi, mereka selalu menekankan pentingnya melindungi diri dan keluarga dengan polis asuransi, kemudian mengekesploitasi masa depan yang akan terjadi jika tidak terlindungi / terlindungi dengan asuransi.

Meskipun hal masa depan yang digambarkan tidak pernah terjadi, namun bisa saja terjadi, yang penting pesan membangkitkan emosi terwujud.

3. Ungkapkan cerita anda

Pakai perasaan, dengan ini memungkinkan seorang copywriter untuk menggali hubungan lebih dalam dengan calon kostumernya, ini merupakan sebuah strategi yang menghasilkan aksi nyata.

Karena, setiap aksi menghasilkan kepercayaan. Dan kepercayaan membutuhkan keakraban dan kebiasaan.

Jikalau anda ingin cepat mendapat kepercayaan dari orang asing, maka ceritakan hal pribadi. Bisa hal yang menyakitkan (Pentungan) atau menyenangkan (Wortel), apapun itu, sejauh relevan dengan kebutuhan, tujuan dan hal yang diyakininya.

Untuk menulis lebih baik dan jitu silahkan membaca cara mengasah skill kemampuan menulis copywriting.

Kesimpulan

Jadi secara garis besar rahasia menulis copywriting yang pasti menjual ialah dengan menggunakan perasaan, menulisnya dengan perasaan sebagai pijakan untuk menyentuh calon pembeli anda. Pastikan anda menulisnya dengan tepat, realistik dan bukan hal-hal yang lebay dan tidak masuk akal. Meski, perasaan memang faktor yang nguasai pembeli akan tetapi mereka bukan orang bodoh. Jadi gunakan perasaan mereka dengan menghadirkan copywriting yang membangkitkan emosi dan realistik.

Semoga artikel rahasia menulis copywriting yang menjual ini bermanfaat untuk anda dan anda bisa membagikannya kepada teman-teman anda.

Jangan lupa untuk subscribe dan terus bookmark. Dan terima kasih sudah membaca artikel ini.

Sampai jumpa lagi diposting-posting saya berikutnya dimasa datang.